Sinopsis The Handmaiden

Sinopsis The Handmaiden

Sinopsis The Handmaiden – Park Chan-wook tetap kembali kepada gaya sinema yang provokatif dalam The Handmaiden. Unsur lesbianisme dan erotisme adalah hal yang tidak terpisahkan dalam Fingersmith. Tanpa dipungkiri, unsur-unsur inilah yang diolah lebih lanjut. Asia Timur, seperti Cina dan Jepang, menampilkan erotisme yang eksotis dan lebih bernafsu dibandingkan Dunia Barat. Sepertinya Park Chan-wook menyadari hal ini, dan dengan memindahkan latar belakangnya dari Inggris era Victoria ke Korea di jaman pendudukan Jepang, secara otomatis unsur erotisme lebih lagi ditingkatkan.

Kata-kata, benda-benda, dan perubahan pada latar belakang dan scene memiliki makna ganda. Sinematografi yang mumpuni memaksimalkan keindahan kulit dari Kim Min-hee dan Kim Tae-ri. Berbagai scene yang sensual disebar dengan cermat di sana sini. Terkadang Park Chan-wook melempar unsur kekerasan yang tidak pernah menjijikan, tetapi mengundang nafsu atau daya tarik. Memang kemampuan Park Chan-wook dalam mengolah hal-hal provokatif seperti ini tidak usah diragukan, tetapi di sisi yang sama ia berkembang dengan pesat dan terlihat semakin mahir memberdayagunakan potensi media yang ia pakai.

Dari sudut pandang cerita, Park Chan-wook pun tidak melupakan unsur-unsur lainnya. The Handmaiden juga adalah cerita misteri. Hanya saja, Park Chan-wook menangani plot twist dengan cara yang berbeda. Di bagian pertama film, plot twist disajikan di akhir bagian dan jadi transisi ke bagian kedua film. Penonton dibuat seminimal mungkin mengantisipasi plot twist tersebut, sehingga ketika bagian itu datang, ia menampar penonton yang sudah dibuat off-guard sebelumnya. Barulah di bagian kedua, plot twist dibuka satu persatu dan barulah penonton dibuat sadar maksud dan tujuan bagian pertama film dipresentasikan dengan cara sedemikian rupa. Jadi, penonton tidak dibuat berjaga-jaga dari awal seperti cerita misteri lainnya. Park Chan-wook juga menginjeksikan unsur humor dalam cerita, yang memberikan bumbu unik tersendiri. Humor diberikan dengan kadar yang tepat sehingga menghindari unsur misteri cerita membuat The Handmaiden ditanggapi dengan sangat serius oleh penonton, dan inti cerita sebagai cerita romansa tetap punya porsi terbesar.

Dari sudut pandang sinematografi dan penyuntingan, The Handmaiden terlihat ciamik dan unik. Chung Chung-hoon menangkap desain produksi Ryu Seong-hee yang mewah dengan indah. Tiap bagian bangunan rumah Hideko yang bak istana itu dieksplor sampai tidak bersisa, dan potensi setiap lokasi latar dipakai sebaik mungkin. Warna-warna dan pencahayaan diatur benar-benar sehingga memanjakan mata. Penyuntingan dibuat lincah hampir di setiap waktu. Dengan pintar, sinematografi dan penyuntingan dipakai bukan hanya untuk menyiapkan plot twist tetapi juga memperkuat unsur komedi serta kinkiness dari cerita.

Baca Juga :

The Handmaiden, pada akhirnya, adalah cerita mengenai pembebasan. Sook-hee dan Hideko adalah perempuan pada jamannya yang terkekang oleh kelas, status sosial yang unik antara Jepang dan Korea, dan lelaki. Di antara jeratan, kekerasan dan tipuan, baik Sook-hee maupun Hideko menemukan cinta di tempat yang penuh keputusasaan. Dengan pertemuan mereka, mereka menemukan potensi dalam diri mereka masing-masing, serta membebaskan diri dari semua yang selama ini membelenggu mereka.

Di tangan Park Chan-wook, Fingersmith diubah menjadi cerita yang relevan dengan kondisi sekarang serta membekas di hati penontonnya. The Handmaiden menjadi salah satu film penting di tahun 2016 yang mempresentasikan kemampuan sinema Asia yang patut diperhitungkan.

AGASSI (THE HANDMAIDEN) (2016) | Pemenang, Vulcan Award for Technical Contribution, 2016 Cannes Film Festival; Nominasi, Palme d’Or, 2016 Cannes Film Festival | Sutradara: Park Chan-wook | Pemain: Kim Min-hee, Kim Tae-ri, Ha Jung-woo, Cho Jin-woong, Kim Hae-sook. Moon So-ri |Penulis skenario: Chung Seo-kyung, Park Chan-wook | Penata produksi: Ryu Seong-hee | Sinematografi: Chung Chung-hoon | Penyunting: Kim Sang-bum, Kim Jae-bum | Penata musik: Cho Young-wuk

Related posts